oleh

ISETH 2019, UMS Undang Lebih Banyak Pemakalah Luar Negeri

METROPOS.id, Sukoharjo – Konferensi internasional dengan tajuk International Summit On Science, Technologi and Humanity (ISETH) kembali digelar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) selama 2 hari, Selasa – Rabu (3-4/12/2019).

Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si yang diwakili Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kerjasama, Dr. Muhammad Da’i, M.Si saat membuka acara menyampaikan, pihaknya sangat berkepentingan mendukung penyelenggaraan ISETH sebagai sarana berbagi ide, dan kemajuan pengetahuan.

“Kami percaya, ini akan memotivasi seluruh peserta untuk mendapatkan pengetahuan tidak hanya untuk individu, tetapi juga untuk seluruh komunitas,” kata Rektor dalam sambutan tertulisnya.

Ketua Asosiasi ISETH, Prof. Dr. Waluyo Adi Siswanto mengatakan, tahun ini melibatkan sebanyak 303 pemakalah dan sekitar 100 peserta partisipan yang datang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta dari luar negeri.

“Selain Indonesia, mereka diantaranya berasal dari Afrika Selatan, Malaysia, Brunei Darussalam, Rusia, China, Turki, Jordania, Jepang, Singapura, dan Australia,” sebutnya.

Menyinggung tema, Waluyo menyebutkan, kali ini adalah Advancing Scientology Thought for Future Sustainable Development, artinya pemikiran-pemikiran maju dalam rangka pengembangan ilmu yang berkesinambungan dan lebih mandiri,” jelasnya.

“Ini merupakan ISETH yang ke-5, dimana berbeda dari penyelenggaran tahun – tahun sebelumnya. Lebih banyak pesertanya karena konferensinya ada 9 dan 3 diantarnya tidak digelar bersamaan saat ini,” ungkapnya.

Untuk 6 konferensi yang dilakukan bersamaan yaitu ICHWB (International Conference On Health And Well Being), ICGDM (International Conference On Geography And Disaster Management), ICOEBS (International Conference Of Economics And Business Studies), ICIIP (International Conference Of Islamic And Indigenous Psychology).

“Kemudian ICOLAE (International Conference On Learning And Advanced Education) dan ICIMS (International Conference On Islamic And Muhammadiyah Studies). Sementara masih ada 1 lagi konferensi setelah ini nanti, yakni MEST (Mechanical Engineering Science Technolgy) tanggal 11-12 Desember 2019,” imbuhnya.(Naura/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed