METROPOS.id, Sukoharjo – Gelombang protes warga terdampak bau limbah industri pabrik serat rayon PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang berlokasi di Desa Plesan, Nguter, Sukoharjo masih terus digelorakan dengan berbagai cara.
Ratusan warga dibawah pengawalan ketat aparat dari Polres Sukoharjo, Rabu (11/12/2019) sore, kembali berunjuk rasa didepan pintu gerbang pabrik melanjutkan aksi sehari sebelumnya dengan tuntutan yang sama yakni, hentikan pencemaran lingkungan.
Menanggapi aksi warga tersebut, Sekretaris PT RUM Bintoro Dibyoseputro menyampaikan, pihaknya tidak keberatan dengan cara warga menyuarakan tuntutan melalui unjuk rasa sepanjang tidak anarkis.
“Kami seluruh jajaran manajemen beserta sekitar 2.000 karyawan aktif, sudah menyatakan memegang komitmen untuk terus tidak berhenti meningkatkan kemampuan tata kelola lingkungan yang terus membaik,” katanya.
Bintoro menyebut, status pada Selasa (10/12/2019) kemarin, semua indikator formal angka – angka yang diatur oleh Otoritas KLHK berada pada level yang berada di bawah ambang batas yang diwajibkan.
“Kami sudah selesai memasang alat Suction atau penyedot udara seperti yang diwajibkan pemasanganya oleh Kementrian LHK melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo,” ujarnya.
Namun begitu, PT RUM dikatakan Bintoro menghormati unjuk rasa dan sangat menghargai usulan – usulan masyarakat serta sangat memperhatikan keluhan masyarakat.
“Kami berharap, semoga proses unjuk rasa berjalan dengan lancar, tertib dan aman,” pungkasnya (Naura/Red).












Komentar