oleh

Korban Tenggelam Di Embung, Satgas Yonarmed 3/105 Tarik Lakukan Pencarian

METROPOS.ID, TIMOR TENGAH UTARA -Satgas (Satuan Tugas) Yonarmed 3/105 Tarik tidak dapat berkerja sendiri, tentunya harus bersinergi dengan instansi lain dalam mensukseskan suatu misi penugasan khususnya dalam mengatasi kesulitan masyarakat. Karena sebagai Satgas operasi pengamanan perbatasan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh Dansatgas Yonarmed 3/105 Tarik, Letkol Arm Laode Irwan Halim, S.I.P.,M. Tr.(Han)., melalui rilis tertulisnya di Ds. Haulasi, Kec. Miomaffo Barat, Kab. Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Minggu (1/11/2020).

Diungkapkannya, setelah mengetahui informasi tentang ada warganya yang menjadi korban tenggelam di wilayah desa binaan Makosatgas, personel Satgas Yonarmed 3/105 Tarik terjun langsung ke tempat kejadian untuk turut membantu masyarakat yang mengalami musibah, berkerja sama dengan Koramil dan Polsek setempat serta dibantu Basarnas Kupang.

“Manunggal dengan rakyat dan selalu ada disaat rakyat membutuhkan pertolongan, hal inilah yang selalu kami pedomani dalam melaksanakan tugas. Spontan setelah saya menerima laporan dari staf tentang adanya berita seorang anak yang menjadi korban tenggelam di embung Ds. Haulasi, saya segera perintahkan untuk ke lokasi kejadian dan ikut membantu”, ucapnya.

Berada di lokasi kejadian, Pasiter Satgas Lettu Arm Agus Purwanto, S.H. dan beberapa anggota Makosatgas terjun membantu pencarian korban tenggelam bersama warga sekitar dibantu oleh Koramil 1618/02 dan Polsek Miomaffo Barat.

Mendapat informasi dari warga setempat yang menjadi saksi atas kejadian tersebut atas nama Romo Frengky (32) bahwa sebelumnya terlihat ada dua anak kecil yang sedang bermain di TKP atas nama Aurelia Salu (9) dan Elsa Abukun (12). Karena tidak terlalu bisa berenang akhirnya mereka berdua tenggelam kemudian teriak meminta tolong, Romo Frengky yang berada di tempat kejadian hanya dapat menyelamatkan satu anak yakni Aurelia Salu karena rambutnya masih terlihat di permukaan air.

“Kita sudah berupaya sekuat tenaga dengan peralatan seadanya untuk mencari korban tengelam bersama masyarakat selain itu kita berkoordinasi dengan Koramil dan Polsek setempat. Namun karena keterbatasan alat dan tenaga ahli, maka kami segera berkoordinasi dengan Basarnas Kupang untuk penanganan lebih lanjut agar korban dapat segera ditemukan,” ucap Agus.

Dikarenakan jarak tempuh Tim Basarnas dari Kupang ke lokasi kejadian kurang lebih 5 jam, aparat setempat bersama masyarakat melakukan penyisiran korban menggunakan cara tradisional dan peralatan seadanya.

Keesokan harinya, Tim Basarnas yang tiba di lokasi kejadian segera melaksanakan pencarian. Selama kurang lebih 30 menit jasad korban yakni Elsa Abukun dapat ditemukan selanjutnya diserahkan kepada keluarga korban.

Tangis haru menyelimuti wajah keluarga korban, mewakili keluarga korban Romo Frengky berterima kasih atas kepedulian Satgas Yonarmed 3/105 Tarik dan aparat setempat karena ikut serta dalam membantu proses pencarian hingga korban dapat ditemukan.

“Kami berterimakasih kepada Satgas TNI, Koramil 1618/02, Polsek Miomaffo Barat dan Tim Basarnas dari Kupang, berkat bantuan bapak-bapak sekalian korban dapat segera ditemukan,” tutur Frengky. (Awg/Dam/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed